Liburan 6 Hari ke Singapore & 3 Kota di Malaysia Cuma Habis 4 Juta? Ini Caranya!
Siapa bilang jalan-jalan ke Singapore dan Malaysia harus mahal? π
Aku berhasil traveling selama 6 hari ke Singapore dan 3 kota di Malaysia hanya dengan budget sekitar 4 juta rupiah per orang. Dan itu sudah termasuk tiket pesawat, penginapan, makan, sampai transportasi selama perjalanan ✨
Kalau kamu lagi cari cara liburan hemat tapi tetap nyaman, mungkin itinerary dan tips ini bisa jadi inspirasi buat perjalanan kamu berikutnya.
Disclaimer, ini keberangkatan di November 2025. Bisa jadi harga berubah karena mengikuti nilai tukar saat ini.
1. Pilih Rute Penerbangan yang Lebih Murah
Kunci pertama buat menekan budget ada di tiket pesawat ✈️
Awalnya aku sempat cek harga tiket Jakarta – Singapore, tapi saat itu harganya lumayan tinggi. Akhirnya aku coba cari alternatif bandara terdekat dan nemu penerbangan Jakarta – Johor Bahru, Malaysia.
Johor Bahru sendiri lokasinya dekat banget dengan Singapore, bahkan cuma sekitar 1 jam perjalanan ke pusat kota Singapore. Jadi dibanding bayar tiket mahal langsung ke Singapore, aku pilih masuk lewat Malaysia dulu.
Untuk perjalanan pulang, aku ambil rute Kuala Lumpur – Jakarta supaya sekalian bisa explore beberapa kota di Malaysia π²πΎ✨
Aku dapat tiket Rp.1.500.000 PP (Air Asia)
2. Menginap di Johor Bahru Biar Lebih Hemat
Kalau pernah cari hotel di Singapore, pasti tahu kalau biaya penginapannya cukup tinggi π
Karena itu aku memutuskan untuk menginap di Johor Bahru selama beberapa hari. Selain hotelnya jauh lebih murah, fasilitas yang didapat juga lebih nyaman.
Hotel yang aku pilih harganya sekitar 600 ribuan per malam, tapi kamarnya luas, bersih, dan lokasinya strategis banget karena dekat dengan JB Sentral.
Dari sini, akses ke Singapore juga gampang banget. Tinggal naik transportasi umum dan bisa PP tanpa ribet π✨
3. Selalu Gunakan Transportasi Umum
Salah satu pengeluaran terbesar saat traveling biasanya transportasi. Tapi untungnya, Singapore dan Malaysia punya transportasi umum yang nyaman dan mudah dipahami bahkan untuk turis.
Selama perjalanan, aku lebih sering naik:
- MRT
- Bus umum
- Kereta
- Grab untuk jarak tertentu
Karena sistem transportasinya sudah modern, semuanya terasa praktis dan jauh lebih hemat dibanding naik taksi terus-menerus.
Hari Pertama: Jakarta ke Johor Bahru
Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta menuju Senai International Airport di Johor Bahru Malaysia. Alasan aku pilih rute ini sederhana: tiketnya jauh lebih murah dibanding penerbangan langsung ke Singapore.
Dan ternyata perjalanan ini jadi salah satu pengalaman paling seru π₯Ή
Dari atas pesawat, pemandangan gugusan pulau kecil di Indonesia benar-benar cantik banget π
Setelah sekitar 1,5 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Senai International Airport.
Lucunya, karena terlalu excited keliling bandara, kami malah ketinggalan bus menuju JB Sentral ππ
Tapi tenang aja, bus dari bandara ke JB Sentral tersedia setiap kurang lebih 2 jam sekali. Karena masih ada waktu, akhirnya kami memutuskan makan malam dulu sambil menunggu bus berikutnya π✨
Untuk menuju JB Sentral, kami naik bus dengan harga sekitar 8 RM per orang π
Kalau keluar dari pintu bandara, tinggal jalan ke arah kiri sampai ujung untuk menemukan shelter busnya.
Perjalanan menuju JB Sentral memakan waktu sekitar 30 menit.
Kami sengaja memilih hotel di area sekitar JB Sentral karena lokasinya strategis banget, tepat di perbatasan Malaysia dan Singapore. Jadi nantinya lebih mudah untuk lanjut perjalanan ke Singapore π✨
Jadi lebih gampang buat lanjut perjalanan ke Singapore nantinya π✨
Day 2 Singapore: PP dari Johor Bahru, Explore Seharian Sampai Kaki Mau Copot πΈπ¬✨
Hari kedua perjalanan kami dimulai cukup pagi. Karena malam sebelumnya sudah capek perjalanan dari Jakarta ke Johor Bahru, pagi ini kami memutuskan sarapan santai dulu di cafΓ© 24 jam yang lokasinya persis di seberang hotel, Lepak Corner ☕✨
Dan honestly, salah satu tips paling penting kalau mau traveling hemat ke luar negeri adalah: budgetin biaya makan dari awal.
Di trip kali ini, aku memang set budget makan sekitar 100 ribu rupiah per hari per orang. Jadi sebelum berangkat aku sudah punya gambaran bakal makan seperti apa dan harus sehemat apa π
Untuk sarapan pagi itu, total makanan kami habis sekitar 92 ribu rupiah. Menurutku masih cukup aman dan worth it karena porsinya lumayan mengenyangkan buat mulai perjalanan panjang hari itu π
Jalan Kaki ke JB Sentral
Setelah sarapan, kami lanjut jalan kaki menuju JB Sentral untuk masuk ke Singapore lewat jalur darat. Dan surprisingly… suasana weekday pagi di sana vibes-nya mirip banget kaya di Manggarai Jakarta π Orang-orang rame, jalan cepat, buru-buru ngejar kereta dan bus buat berangkat kerja. Jadi kalau kamu khawatir harus keluar masuk imigrasi terus tiap hari, sebenarnya santai aja. Karena buat banyak pekerja Singapore yang tinggal di Johor Bahru, ini memang rutinitas harian mereka. Bedanya kalau di Jakarta lintas kota, ini lintas negara π Kami tinggal ikutin petunjuk antrean tujuan Kranji Singapore. Dan yes… bukan Kranji Bekasi ya π
Karena pagi hari dan banyak pekerja yang commute ke Singapore, antreannya lumayan panjang. Kami antre sekitar 30 menit sebelum akhirnya lolos imigrasi. Tapi perlu diingat ya, area Woodlands termasuk kawasan imigrasi jadi memang tidak boleh direkam atau dibuat video π«
Setelah keluar dari checkpoint, ada banyak pilihan bus menuju Kranji seperti:
- CW2
- CW1
- 170
- 950
Tipsnya gampang: naik aja bus mana yang datang duluan π
Waktu itu kami dapat bus 170.
Jangan Lupa Isi SGAC & MDAC
Ini penting banget buat kamu yang mau lintas Singapore – Malaysia. Sebelum masuk Singapore, jangan lupa isi SGAC (Singapore Arrival Card). Dan nanti saat kembali ke Malaysia, wajib isi MDAC (Malaysia Digital Arrival Card).
Kalau belum isi, proses imigrasi bisa jadi lebih lama.
πΈπ¬ Singapore Arrival Card (SGAC)
SGAC wajib diisi sebelum masuk ke Singapore. Idealnya diisi maksimal 3 hari sebelum kedatangan.
Isi datanya seperti:
nomor paspor
data penerbangan
alamat penginapan
tanggal masuk Singapore
Form resminya bisa diisi di:
Singapore Arrival Card (SGAC) Official Website
π²πΎ Malaysia Digital Arrival Card (MDAC)
Kalau kembali masuk ke Malaysia, wisatawan asing juga wajib isi MDAC.
Data yang diisi hampir sama:
paspor
tanggal masuk
alamat hotel
transportasi
Form resminya:
Malaysia Digital Arrival Card (MDAC) Official Website
Naik MRT ke Changi Airport
Begitu sampai di Stasiun Kranji, kami langsung cari rute MRT menuju Changi Airport karena destinasi pertama hari itu adalah explore Changi ✈️✨
Rute MRT-nya cukup gampang walaupun harus transit beberapa kali:
Naik North South Line (merah) dari Kranji → Jurong East
Transit ke East West Line (hijau) arah Pasir Ris
Jurong East → Tanah MerahTransit lagi ke jalur Changi Extension
Tanah Merah → Changi Airport
Total perjalanan sekitar 50–55 menit dengan biaya kurang lebih SGD 2-an aja π
Walaupun jauh, perjalanan MRT di Singapore nyaman banget karena:
petunjuk stasiunnya jelas
semua serba otomatis
transit gampang diikuti bahkan buat first timer
Dan menurutku ini salah satu cara paling hemat buat menuju Changi Airport dibanding naik taksi π✨ Kami jalan-jalan di sekitar Jewel, lihat Rain Vortex, dan menikmati suasana pagi yang masih sepi.
Dan jujur ya… Changi itu bukan sekadar bandara. Tempatnya memang sebagus itu sampai rasanya kaya masuk tempat wisata π✨
Lunch Halal di Kampong Glam
Setelah dari Changi, kami lanjut ke Bugis Street untuk cari makan siang. Tapi akhirnya kami memutuskan makan di area Kampong Glam Cafe karena banyak pilihan halal food dan harganya masih cukup masuk akal π✨
Walaupun ya… standar “murah” di Singapore tetap beda sama Indonesia π Total makan siang kami habis sekitar 12,5 SGD atau sekitar 163 ribu rupiah dengan kurs saat itu. Tapi makanannya enak dan porsinya cukup besar, jadi masih worth it banget.
Merlion Lagi Renovasi π
Setelah makan siang, kami lanjut ke Merlion Park. Dan sedihnya… pas datang ternyata patung Merlion sedang renovasi π₯² Tapi untungnya area sekitar Marina Bay tetap cantik banget buat jalan santai dan foto-foto. View gedung-gedung tinggi Singapore memang gak pernah gagal.
Sore Santai di Marina Barrage
Daripada buru-buru pindah tempat, kami memutuskan santai dulu di Marina Barrage πΏTempat ini ternyata nyaman banget buat duduk sore sambil lihat city view Singapore dari kejauhan. Anginnya juga adem banget. Menjelang malam, kami lanjut jalan kaki menuju Supertree Grove.
Dan jujur ya… rasanya udah kaya warga lokal banget karena kemana-mana jalan kaki π
Pertunjukan Lampu Supertree yang Cantik Banget π
Akhirnya tibalah momen yang paling ditunggu di hari itu. Garden Rhapsody — pertunjukan lampu Supertree. Dan asli… cantik banget π₯Ή✨ Lampu-lampu di pohon raksasa itu nyala mengikuti musik dengan background langit malam Singapore. Salah satu momen yang bikin capek hari itu langsung terbayar.
Dinner Murah di Lau Pa Sat
Menutup malam, kami mampir makan malam di Lau Pa Sat. Dan surprisingly… kami nemu makanan halal murah di sini π Harganya cuma sekitar 2 SGD.
Kalau soal rasa… ya jangan ditanya ya π
Yang penting malam itu kami bisa makan murah sebelum pulang.
Kembali ke Johor Bahru
Setelah selesai makan malam, kami pulang menggunakan rute yang sama seperti pagi tadi:
- MRT menuju Kranji
- lanjut bus ke Woodlands
- masuk Johor Bahru
Hari kedua ini memang super melelahkan.
Tapi honestly, puas banget karena bisa explore Singapore seharian tanpa harus diburu-buru dan tanpa keluar budget berlebihan ✨
Day 3: Dari Johor Bahru Menuju Malaka, Kota Impian yang Akhirnya Dikunjungi ✨
Hari ketiga perjalanan kami dimulai dengan… kesiangan π€£
Setelah dua hari lumayan padat dan PP Johor Bahru–Singapore, badan rasanya udah mulai protes. Jadi hari itu kami memutuskan untuk slow travel aja dan gak explorer Singapore lagi.
Pagi itu kami cari sarapan di sekitar hotel sebelum lanjut perjalanan ke kota berikutnya.
Dan honestly, salah satu hal yang aku suka di Johor Bahru adalah masih banyak makanan enak dengan harga yang affordable π✨ Tempat makan yang kami pilih pagi itu adalah Warung Pokok Cherry , lebih mirip kaya wartegnya Johor Baru, sederhana, tapi harganya murah, porsinya cukup, rasanya enak banget buat isi tenaga sebelum perjalanan panjang
Karena setelah ini kami akan menuju kota kedua selama trip Malaysia kali ini: Malaka π²πΎ✨
Berangkat ke Terminal Larkin
Dari hotel, kami jalan menuju JB Sentral lalu lanjut naik bus ke Terminal Larkin — terminal bus antar kota di Johor Bahru. Awalnya kami pikir bakal gampang cari tiket dadakan. Tapi ternyata… bus menuju Malaka dari Larkin baru tersedia di jam 19.00 π Dan ini jadi pelajaran penting banget buat kami. Jangan Dadakan Booking Bus π
Kalau kamu mau traveling antar kota di Malaysia, especially rute populer seperti:
- Johor Bahru → Malaka
- Malaka → Kuala Lumpur
- Kuala Lumpur → Penang
Sebaiknya booking tiket bus jauh-jauh hari lewat aplikasi seperti: Easybook Malaysia Bus Ticket
Karena kalau dadakan, kemungkinan besar:
- tiket habis
- pilihan jam sedikit
- atau harus nunggu lama kaya kami π
Untungnya di Terminal Larkin tersedia tempat penitipan koper. Jadi daripada nunggu berjam-jam di terminal, kami memutuskan untuk menitipkan koper lalu lanjut jalan-jalan dulu π✨ Dan destinasi dadakan kami hari itu adalah: Johor Premium Outlet π️
Supaya lebih cepat, kami pergi ke Johor Premium Outlet pakai Grab. Dan jujur ya… ini surganya diskon π Banyak brand terkenal dengan harga yang jauh lebih murah dibanding di Indonesia.
Sampai aku mikir: kayanya kalau next ke sini lagi, aku mau open jastip aja deh π Karena memang semurah itu. Walaupun niat awal cuma “lihat-lihat”, ujung-ujungnya tetap ada yang dibeli π₯²
Setelah puas keliling outlet, kami kembali lagi ke Terminal Larkin menggunakan Grab. Malam harinya akhirnya kami berangkat menuju Malaka Sentral π✨Perjalanan dari Johor Bahru ke Malaka lumayan panjang, sekitar 6 jam perjalanan. Dan jujur ya… bus di Malaysia memang gak selalu setepat waktu seperti transportasi di Singapore π Jadi jangan terlalu kaget kalau jadwal sedikit ngaret.
Kami tiba di Terminal Malaka Sentral sudah tengah malam. Karena badan benar-benar capek, aku bahkan gak sempat ambil video atau foto selama perjalanan π Dari terminal, kami lanjut naik Grab menuju hotel. Dan sayangnya… malam itu ada drama kecil lagi π₯² Saat booking Grab dari terminal, ternyata kami salah memasukkan titik hotel. Dan jujur, hotel malam itu juga gak terlalu aku rekomendasikan. Ini nama hotelnya Sunday Malacca Formerly Tun Fatimah
Karena: lokasinya jauh dari pusat wisata Malaka, stafnya kurang helpful, komunikasi soal late check out kurang jelas. Padahal saat check in aku sudah bilang kalau kemungkinan akan late check out dan staf bilang gak masalah. Tapi pas hari check out, deposit kami malah hangus ππ₯²
Jadi buat kamu yang mau ke Malaka: better pilih hotel yang dekat Jonker Street atau pusat kota supaya lebih praktis buat explore. Walaupun hari ketiga ini gak banyak eksplor tempat wisata, honestly tetap terasa menyenangkan.
Karena perjalanan panjang seperti ini memang kadang butuh jeda buat istirahat dan menikmati perjalanan tanpa buru-buru ✨
Dan finally… besok kami akan mulai explore Malaka, kota impian yang dari dulu pengen banget aku kunjungi π₯Ή
bersambung ...



Komentar
Posting Komentar
mau kita menuliskan rekomendasi lain yang bisa dijadiin sarana tujuan. silahkan komentar disini :)